PEKKA MENYUSUN KURIKULUM AKADEMI PARADIGTA

PARADIGTA merupakan suatu kelembagaan pendidikan perempuan berbasis desa yang mulai digaungkan pada awal tahun 2015. Berdasarkan pengalaman PEKKA dalam mengorganisir dan memberdayakan perempuan kepala keluarga, Paradigta terus berbenah diri salah satunya dengan menyusun kurikulum akademi PARADIGTA.

Beberapa waktu lalu, sejumlah kader Pekka bersama tim Seknas PEKKA menyelenggarakan writeshop bertema “Pengembangan Kurikulum Akademi PARADIGTA”, di Guest House, Bandung, 1-6 Oktober 2015.

 

Akademi PARADIGTA merupakan suatu upaya menggali pemimpin perempuan yang akan mengambil peran penting dalam pembangunan desa. Lahirnya Undang-Undang Desa menjadi pijakan utama untuk menggiatkan kiprah perempuan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan desa.

 

 “PARADIGTA merupakan suatu inisiatif kelembagaan pendidikan untuk bergerak di luar PEKKA dalam jangkauan yang labih luas untuk mempersiapkan pemimpin-pemimpin di tingkat desa dalam merespons implementasi UU Desa. PARADIGTA juga menjadi wadah kita untuk menjangkau potensi-potensi pemimpin yang ada di luar PEKKA,” ungkap Nani Zulminarni Direktur PEKKA ketika memberikan sambutan dalam acara ini.

Hadir sebagai fasilitator pengembangan kurikulum ini, Handoko Soetomo dan Ishak Salim, keduanya aktivis sosial yang sudah diakui kepakarannya dalam design kurikulum pendidikan berbasis rakyat. Beberapa tema penting dalam penyusunan kurikulum akademi PARADIGTA, antara lain, menyangkut soal desa, masyarakat desa dan tata kelola pemerintahan desa, dan kedaulatan desa, hak asasi manusia dan perempuan serta advokasi dan pengorganisasian.

 

FaLang translation system by Faboba
Sekretariat Nasional
Jl.Pangkalan Jati V No.3 RT 011/05 Kel.Cipinang Melayu,Kec.Makasar Jakarta Timur Jakarta 13620 Indonesia
Phone: +62 21 860 9325 or 862 8706, Fax: +62 21 862 8706
Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.