Please wait...

Buku

Manifestasi kemiskinan stuktural tebaca dalam hamper semua kisah yang dituliskan; kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, putus sekolah, penyakit, keterbatasan akses, kebutaan terhadap informasi, dan jatuh bangun upaya bertahan hidup dan…
Mutiara Kehidupan dari Timur

Manifestasi kemiskinan stuktural tebaca dalam hamper semua kisah yang dituliskan; kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, putus sekolah, penyakit, keterbatasan akses, kebutaan terhadap informasi, dan jatuh bangun upaya bertahan hidup dan keluar dari kemiskinan yang dilakukan mewarnai perjalanan panjang kehidupan mereka yang seolah tak berujung. Dalam sebagian kisah yang dituliskan, betapa perempuan menjadi penyelamat ketika perekonomian keluarga terpuruk karena berbagai sebab seperti meniggalnya sang ayah atau perginya suami tanpa kabar, yang mendaparkan mereka pada kemiskinan dan persoalan social lainnya. Perempuan melakoni apa saja demi sesuap nasi dan mempertahankan kehidupan keluarga, bekerja serabutan, menjadi butuh, bahkan berimigrasi hingga ke luar negeri seperti Malaysia dengan pertaruhan keselamatan jiwa mereka sendiri. Luka dan trauma mendalam karena mengalami secara langsung kekerasan dalam keluarga seperti kejadian pembunuhan anggota keluarga (suami dan ayah) juga dialami oleh ina-ina PEKKA di wilayah ini.

System dan ritual adat tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat di wilayah ini yang menjadi “th hidden power” dalam menentukan kehidupan perempuan. Sebagian cerita ina-ina PEKKA menyoroti berbagai bentuk ritual dan system adat, yang secara langsung dan tidak langsung berkontribusi pada dinamika kehidupan dan persoalan yang tidak langsung berkontribusi pada dinamika kehidupan dan persoalan yang mereka hadapi hingga hari ini. Kekuatan kolektif ina-ina PEKKA di wilayah NTT sangat menginspirasi. Pada masa awal PEKKA terbentuk, mereka difasilitasi untuk membangun impian atau cita-cita setinggi-tingginya. Salah satu impian kolektif mereka yang diungkapkan pada saat itu adalah memiliki “rumah bersama” atau mereka sebut sebagai center PEKKA. Untuk ukuran kelompok masyarakat yang hampir tidak memiliki sumberdaya apapun, impian ini seolah sangat jauh dari jangkauan. Akan tetapi, ina-ina PEKKA di wilayah ini membuktikan “the hidden power of dream” atau kekuatan sebuah impian.

Pengorganisasian PEKKA di pulau Adonara merupakan bagian dari proses mengorganisir PEKKA di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kami fokuskan di flores timur. PEKKA mulai mengorganisir di pulai ini, belum ada program lain yang langsung menyentuh ina-ina sehingga kedatangan PEKKA disambut dengan antusias dan penuh apresiasi. Rasanya semangat itu tak pernah padam, bahkan semakin membara hingga PEKKA telah melampaui usia lebih dari 10 tahun sekalipun.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

EN ID