Please wait...

Cerita Dari Lapang

Forum Alumni Akademi Paradigta diselenggarakan di 7 propinsi yaitu Aceh, Jabar, Jateng, Kalbar, Sultra, NTT, dan NTB pada rentang waktu September hingga November 2018. 718 Peserta Forum Alumni  hadir berasal…
FORUM ALUMNI AKADEMI PARADIGTA 2018

Forum Alumni Akademi Paradigta diselenggarakan di 7 propinsi yaitu Aceh, Jabar, Jateng, Kalbar, Sultra, NTT, dan NTB pada rentang waktu September hingga November 2018. 718 Peserta Forum Alumni  hadir berasal dari 289 desa dari 25 kabupaten/kota. Forum ini merupakan forum perdana bagi alumni Akademi Paradigta yang telah mengikuti pendidikan kepemimpinan kader perempuan desa. Sejak tahun 2016, Akademi Paradigta telah meluluskan lebih dari 2.000 kader perempuan desa yang tersebar di 7 Propinsi. 

Forum Alumni Akademi Paradigta dilakukan selama 2 (dua) hari. Hari pertama Alumni melakukan refleksi kegiatan yang selama ini dilakukan sejak lulus dari Akademi Paradigta. Kemudian dilanjutkan dengan mendiskusikan 7 (tujuh) Platform atau agenda Alumi Paradigta untuk disampaikan kepada Multi Pemangku Kepentingan dalam diskusi kebijakan di hari kedua. Ketujuh platform tersebut yaitu:

  1. Adanya kuota minimal 30% bagi perempuan dalam seluruh jajaran pemerintah desa.
  2. Adanya mekanisme demokratis, terbuka dan akuntabel sesuai dengan UU yang berlaku, untuk menjamin agar Perdes (peraturan desa), Perdat (peraturan adat) serta peradilan adat tidak bertentangan dengan UU dan melindungi setiap orang dari tindakan diskriminasi atas dasar apapun.
  3. Adanya alokasi 30% anggaran desa yang secara proporsional memperhatikan variable responsif gender serta mengatur pagu yang terukur mengenai belanja publik, pendidikan, kesehatan, kependudukan, pemberdayaan masyarakat.
  4. Adanya pengaturan pengelola kekayaan alam sebagai hak sepenuhnya bagi perempuan dan laki-laki dilandasi oleh pengetahuan dan kearifan lokal masyarakat, termasuk warga perempuannya.
  5. Adanya pengaturan secara tegas akses dan kontrol perempuan dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan desa, kesetaraan akses bagi perempuan pada layanan.
  6. Adanya ketentuan khusus tentang pengembangan kader perempuan desa. Partisipasi perempuan desa pada Akademi Paradigta, Akademi Desa dan inisiatif lainnya
  7. Adanya pengembangan sistim informasi desa yang responsif gender dan jaminan keterbukaan informasi sebagai langkah strategis untuk mencegah dan menghapuskan korupsi di desa. Ada tata kelola keuangan desa yang lebih transparan dan bisa dipertanggung jawabkan

Pada hari kedua sejumlah pemangku kepentingan hadir untuk berdialog bersama para alumni yaitu BAPPEDA, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di tingkat Propinsi dan Kabupaten, Pemerintah tingkat kecamatan dan desa. Bahkan di Kalbar, dihadiri oleh Bupati Kubu Raya. Hasil dialog sangat positif yaitu adanya komitmen dan dukungan dari pemangku kepentingan untuk menindaklanjuti usulan yang disampaikan peserta. Bupati Kubu Raya akan melanjutkan komitmennya melalui Peraturan Bupati agar desa mengalokasikan dana desa untuk mendukung operasional peserta belajar serta merekomendasikan kader desa perempuan bersekolah di Akademi Paradigta. Pemerintah Propinsi NTT telah mencantumkan pendampingan PEKKA dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Propinsi. Pemerintah Propinsi Jabar terinspirasi dari Akademi Paradigta dan meminta Yayasan PEKKA untuk memberikan masukan desain konsep  pengembangan sekolah perempuan yang merupakan salah satu jabaran visi Gubernur Jawa Barat terpilih dalam program Perempuan Juara.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

EN ID