Please wait...

Cerita Dari Lapang

Baubau. Konsultasi daerah yang bertujuan untuk berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB/SDG’s) 2030 melalui RPJM yang responsif gender, inklusif dan transformatif ini terselenggara atas kerjasama antara Serikat Pekka dengan…
KONSULTASI DAERAH UNTUK PENCAPAIAN SDGS
RESPONSIF GENDER, INKLUSIF DAN TRANSFORMATIF

Baubau. Konsultasi daerah yang bertujuan untuk berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB/SDG’s) 2030 melalui RPJM yang responsif gender, inklusif dan transformatif ini terselenggara atas kerjasama antara Serikat Pekka dengan Pemerintah Kota Baubau. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 29 – 30 Juli 2018 di Aula BAPPEDA Jalan Palagimata Kota Baubau. Hari pertama 50 peserta dari kelompok perempuan meliputi Serikat pekka, PKK, Fathayat, Perempuan Hebat, KPI, APPAK, ASIA, LPDI  bersama DFAT dan MAMPU hadir untuk mengidentifikasi tantangan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dan mendiskusikan rekomendasi implementasinya dalam RPJMD. Sebelumnya Nani Zulminarni Direktur Yayasan PEKKA memaparkan 17 target tujuan pembangunan berkelanjutan sebagai pemantik diskusi.

 

Hari kedua, Organisasi Pemerintah Daerah ( OPD ) ikut bergabung dalam acara tersebut. Selain Ester Fitrinika Herawati Wahyuningsih, Kepala Sub Direktorat Bantuan Sosial Bappenas, dan Nani Zulminarni, hadir juga Abdul Rahim, Msi Kepala Bappeda Kota Baubau sebagai narasumber sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya, Abdul Rahim mengatakan, “Pemerintah Kota Baubau merasa bangga karena menjadi salah satu kota yang dipilih untuk kegiatan SDG’s. Saya mengapresiasi Serikat Pekka Kota Baubau yang sangat aktif dalam memberdayakan masyarakat”. Ester, memaparkan target TPB dan pilar pembangunan. Menurut Ester, pencapaian SDG’s bisa berhasil bilamana pemerintah bergandengan dengan organisasi non pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.
Sedangkan Nani mengatakan, “Tujuan pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan dunia untuk menghapuskan kemiskinan tahun 2030. Sebagai warga dunia, Indonesia ikut menandatangaani dan ikut berkomitmen melakukan upaya maksimal untuk mencapai tujuan tersebut”. Nani juga menyampaikan, data BPS menunjukkan bahwa Kota Baubau termasuk salah satu wilayah diIndonesia yang berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 12,06 persen pada tahun 2010 menjadi 8,19 persen di tahun 2017 sehingga berada di bawa garis kemiskinan nasional. Namun kondisi ini perlu dicermati lebih jauh terutama berkaitan dengan berbagai kesenjangan terutama kesenjangan gender.

Hari terakhir diselenggarakan seminar publik yang dihadiri 150 orang, meliputi OPD, Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), Pers, universitas, lurah, Serikat Pekka, tim MAMPU dan perwakilan kedutaan Australia (DFAT). DR. H. Hado Hasina, MT, PJ Walikota Baubau memberikan sambutan dan membuka kegiatan seminar tersebut. Acara diakhiri dengan penandatanganan MoU atas rekomendasi yang telah dirumuskan yaitu 17 poin pembangunan kepada Pemerintah Daerah Kota Baubau. Kegiatan SDGs mendapat apresiasi yang sangat besar dari OPD dan OMS lainnya.

 

Kontributor : Hasna

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

EN ID