Please wait...

Cerita Dari Lapang

Maryam adalah ketua kelompok Pekka Batarirak desa Balla Satanatean Kecamatan Balla    kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Maryam mengalami beberapa perubahan setelah bergabung dengan kelompok Pekka diantaranya berani bicara di depan orang…
MARYAM, MODAL MENENUN DARI SIMPAN PINJAM KELOMPOK PEKKA

Maryam adalah ketua kelompok Pekka Batarirak desa Balla Satanatean Kecamatan Balla    kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Maryam mengalami beberapa perubahan setelah bergabung dengan kelompok Pekka diantaranya berani bicara di depan orang lain walaupun kadang masih sedikit grogi serta aktif mendampingi dan mengembangkan kelompok Pekka. Dahulu dia hanya di rumah saja, tidak bergaul dengan orang lain. Setiap pertemuan rutin bulanan kelompok Pekka, Maryam berperan memimpin pertemuan.

 

Perubahan lain yang dirasakannya adalah mampu memiliki saluran listrik dan menenun dengan modal sendiri. Sebelumnya Maryam adalah penenun upahan, dia menenun dengan cara mengambil benang dari orang lain dan setelah selesai Maryam menerima upah dari tenun yang berhasil dia kerjakan. Dari kegiatan simpan pinjam kelompok Pekka, Maryam dapat meminjam uang sebagai modal membeli benang saat ada pesanan. Hasil keuntungan menenun dia tabung kembali dikelompok hingga terkumpul uang Rp. 2.500.000 yang dia gunakan untuk mendapatkan saluran listrik. Kini dia sudah memiliki listrik sendiri dirumahnya.

 

Maryam lahir pada bulan Maret 1983, saat ini tinggal di desa Balla Satanetean, kecamatan Balla, kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Maryam menikah dengan suami yang saat ini bekerja sebagai staf honorer di kantor pemerintah daerah dan dikaruniai 2 orang anak laki-laki berumur 12 tahun dan 9 tahun. Karena suaminya hanya staf honorer, maka pendapatan dari dirinya menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Selain menenun, Maryam juga bekerja menjadi buruh upahan di sawah orang lain.

 

Maryam bergabung dalam kelompok Pekka pada bulan Oktober 2015. Alasan tertarik masuk Pekka karena kegiatan Pekka sesuai dengan kondisi dirinya yang juga sebagai pencari nafkah keluarga. Pada saat pembentukan kelompok dan pemilihan pengurus dirinya terpilih menjadi ketua kelompok. Selain simpan pinjam, di kelompoknya juga ada kegiatan arisan beras. Setiap pertemuan bulanan masing-masing anggota membawa 1 liter beras, setelah terkumpul kemudian dikocok, yang keluar namanya akan mendapatkan beras tersebut dan menyumbangkan beras 1 liter untuk kelompok. Beras sumbangan dari peserta arisan ini dipinjamkan kepada anggota yang membutuhkan dan dapat dikembalikan dengan cara mengangsur. Kelompoknya juga membuat kebun sayur dengan sistem permakultur. Hasil kebun organik tersebut digunakan untuk menambah modal simpan pinjam kelompoknya.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

EN ID